Bahagia dalam Panggilan

Bahagia dalam Panggilan

(Sr. Petra Gareso, SJMJ)

Sejak kecil saya suka menonton film, namun tidak semua film memiliki kebahagiaan di akhir cerita. Pada akhirnya saya memilih untuk menonton film Disney karena pasti filmnya berakhir dengan bahagia. Hidup kita di dunia bukan soal drama atau film yang akan berakhir bahagia, tetapi Tuhan sendiri menjanjikan kebahagiaan yang kekal di akhir kehidupan kita. Jika hidup kita belum berakhir berarti kita belum bahagia, artinya dalam perziarahan kita di dunia tantangan dan perjuangan akan selalu ada dalam menghiasi perjalanan menuju kehidupan kekal. Kebahagiaan pada dasarnya adalah mensyukuri dan menghargai apa yang dimilki saat ini. Semakin berusaha untuk mengejar kebahagiaan maka semakin jauh dari hal yang akan membuat hidup kita bahagia. Sejauh ini, hal yang membahagiaakan saya dalam menjalani hidup sebagai seorang religius SJMJ yaitu adalah sebuah anugerah terindah yang boleh dimiliki karena diberikan kesempatan menanggapi Panggilan Tuhan lewat Kongregasi. Tidak semua orang bisa memilki kesempatan yang sama. Melalui masa pembinaan, tahap demi tahap yang di lalui, saya semakin menyadari keberadaan diri saya yang rapuh. Namun, dari kerapuhan itulah dalam masa pembinaan hingga saat ini saya terus berusaha dan dibantu untuk bertumbuh dan berkembang untuk menjadi pribadi yang religius. Semakin mengenal Tuhan, semakin juga saya mengenal semangat SJMJ. Bukan hanya sejauh mengenal, tetapi bagaimana saya menghayati dan menghidupi semangat itu sendiri. Saya bahagia, karena saya masih setia sampai saat ini sebagai seorang religius SJMJ. Dibalik kesetiaan itu ada perjuangan yang patut saya syukuri dan hargai, serta kesetiaan itu sendiri saya teladani dari kesetiaan Tuhan yang tak pernah meninggalkan saya berjuang sendiri.

Selama delapan tahun hidup sebagai seorang suster SJMJ ada begitu banyak cerita dan kisah penemuan jati diri yang boleh saya tapaki dan telah menghantar saya untuk semakin mencintai panggilan ini. Jatuh bangun dalam sebuah perjuangan selalu menghiasi perjalanan panggilan saya, namun pengalaman-pengalaman itu bukan semata-mata memberi kesan jika saya merasa tidak bahagia tetapi saya memaknainya sebagai  tahapan yang meneguhkan saya. Jatuh tiga kali, saya harus bangkit empat kali dan seterusnya sehingga semangat perubahan untuk lebih baik  selalu tertanam dalam diri saya. Selamat mempersiapkan diri memasuki masa advent, semoga kita boleh menjadi pribadi yang penuh sukacita dan pembawa pengharapan!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *